Selasa, 16 Januari 2018

Puluhan Mahasiswa diterjunkan dalam KKN PPM STKIP PGRI Nganjuk

Puluhan Mahasiswa diterjunkan dalam KKN PPM STKIP PGRI Nganjuk

Memasuki Semester Ganjil, STKIP PGRI Nganjuk menerjunkan puluhan Mahasiswanya dalam program Pengabdian Masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata Program Pengabdian Masyarakat (KKN-PPM) Tahun 2018.
Senin (15/1/2018) STKIP PGRI Nganjuk memberangkatkan Mahasiswa ke Lokasi penerjunan di wilayah Sawahan dan Wilangan. terdapat 6 Wilayah Pedesaan yang menjadi tempat Mahasiswa mengaplikasikan imunya selama perkuliahan.
Pada upacara pemberangkatan di Kampus STKIP PGRI Nganjuk, Ketua YPLP-PT PGRI Nganjuk berpesan kepada mahasiswa peserta KKN PPM untuk disiplin dan berdedikasi selama berada dimasyarakat.
"Program KKN PPM yang dilaksanakan ini merupakan gambaran atau cerminan Kampus STKIP PGRI Nganjuk di masyarakat, dedikasi dan kedisiplinan perlu ditunjukkn dan inovatif yang mmpu mmberikan kontribusi bagi masyarakat"pesan Poedjihardjo

Tim Pendampingan Penerjunan dilokasi KKN PPM dibagi menjadi 2 yang terdiri dari Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan Dr Hariyono,MM dan Drs. Rasid Anggara,MM.
dikecamatan Sawahan tim KKN STKIP PGRI Nganjuk diterima Camat Sawahan Fefri Hendro W yang didampingi Sekretaris Camat di Pendopo Kecamatan Sawahan.
Dalam sambutannya, Fefri menyambut baik kehadiran mahasiswa STKIP PGRI Nganjuk serta berharap mampu memberikan tambahan innovatif bagi pemberdayaan yang perlunya dikonsep oleh para calon intelektual muda.
"Selain menjadi bagian dalam mmberikan pemberdayaan, mahasiswa juga perlu menghormati tradisi dan karakter yang ada dimasyarakat karena wilayah sawahan ini masih memegang teguh dan kental dengan model masyarakat Patembayan"ujar Camat Sawahan 
ditempat terpisah, Camat Wilangan juga menerima mahasiswa KKN PPM yang diserahakan langsung oleh Rasid Anggara dengan penyerahan simbolis penyematan Jaket KKN kepada Camat Wilangan.


Kamis, 11 Januari 2018

BAN PT Resmi rilis 3 Prodi STKIP PGRI Nganjuk dengan nilai B

BAN PT Resmi rilis 3 Prodi STKIP PGRI Nganjuk dengan nilai B



Menjelang akhir tahun 2017 BAN PT telah mengumumamkan hasil Reakreditasi Program studi Pendidikan Bahasa Inggris, Ekonomi, dan Matematika dengan NIlai Predikat B. Hasil yang disampaikan pada bulan November hingga Desember ini juga diumumkan di laman BAN PT https://www.banpt.or.id
Ketua STKIP PGRI Nganjuk yang bahagia mendengar kabar tersebut berharap predikat dan kualitas Perguruan TInggi Swasta tertua di Kabupaten Nganjuk ini semakin baik dan menjadi bekal untuk mewujudkan menuju Universitas yang ada di Nganjuk.
Berikut hasil Re Akreditasi berdasarkan SK yang dikeluarkan secara resmi oleh BAN PT 4497/SK/BAN-PT/Akred/S/XI/2017 untuk pendidikan Matematika, 4826/SK/BAN-PT/Akred/S/XII/2017 untuk pendidikan Bahasa Inggris, dan 4991/SK/BAN-PT/Akred/S/XII/2017 untuk Pendidikan Ekonomi.
Akreditasi dilakukakn terhadap Program Studi dan Perguruan Tinggi berdasarkan interaksi antarstandar di dalam standar Pendidikan Tinggi. Selain Itu, Akreditasi bermakna bahwa dengan prerdikat B Program Studi tersebut telah memenuhyi standar Nasional Pendidikan Tinggi dan Tingkat Pelampauan Standar Nasional Pendidikan Tinggi ditetapkan oleh BAN PT.

Senin, 08 Januari 2018

Pembekalan KKN STKIP PGRI Nganjuk 2018

Pembekalan KKN STKIP PGRI Nganjuk 2018



Memasuki Tahun Akademik 2017-2018, STKIP PGRI Nganjuk melaksnakan program Pengabdian Masyarakat bagi Mahasiswa. Program yang menajdi salah satu wujud peran mahasiswa kepada masyarakat ini diawali dengan Pembekalan yang dilaksnakan di Kampus AR Saleh.
Kamis (5/1/2017) Pembekalan KKn dibuka dengan sambutan Ketua STKIP PGRI Nganjuk Dr Vera Septi Andrini  yang mengharapkan kiprah nyata mahasiswa dalam memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat,.Selain itu, Peran mahasiswa sebagai duta bagi lembaga juga senantiasa berpegang dalam menjaga nama baik almamater.
Senada, Ketua YPLP_PT PGRI Nganjuk Pedjihardo juga berpesan kepda mahasiswa untuk memilki daya kreatif dan inovatif bagi pemberdayaan di masyarakat.
Pembekalan KKN mencakup kegiatan materi yang akan menjadi bekal bagi mahasiswa saat terjun di masayrakat. Beberapa pembicara yang dihadirkan antara lain, dari PKK Kabupaten Nganjuk, Praktisi UMKM  dan Pengharahan dari 
Dosen Pendamping Lapangan dalam rangka penyusunan Laporan nantinya.
Pembekalan KKN diikuti 98 Mahasiswa dari empat Program Studi. KKN direncanakan akan diterjunkan di 2 Kecamatan Sawahan dan Wilangan.

Jumat, 05 Januari 2018

Pemilu Raya berlangsung Aman dan Damai ,Mahasiswa STKIP PGRI Nganjuk tunjukkan semangat Berdemokrasi

Pemilu Raya berlangsung Aman dan Damai ,Mahasiswa STKIP PGRI Nganjuk tunjukkan semangat Berdemokrasi



Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) STKIP PGRI Nganjuk atau yang dikenal PEMIRA berjalan dengan aman dan Lancar. Rabu (4/1/2017) dilaknsakan di dalam area Kampus STKIP PGRI Nganjuk PEMIRA diikuti 2 Pasangan Calon Ketua dan Wakil SEMA untuk periode 2017-2018.
Pasangan Calon yang berlaga di Pesta demokrasi tahunan dikampus AR Saleh ini dihasilakn mellaui proses keterwakilan dari setiap Prodi yang ada dilingkungan STKIP PGRI Nganjuk. hal tersebut diambil setelah masa pendaftaran calon sampai batas ketentuan tidak memnuhi syarat. Nama yang berlaga di Pemira terdiri dari, Pasangan No.1 Ferry Alfian Yulianto dengan wakilnya Irwan Arlya Putra dan Pasangan No. 2 Wirawan Bagas S dengan Ervan Murdiono.
Agar Mahasiswa dan Civitas Akademi mengetahui kualitas dan kapasitas calon perwakilan mahasiswa,  dilaknskan kegiatan Orasi dan penyampaian Visi dan Misi dari setiap pasangan calon.yang diadakan 1 hari sebelumnya. Kegiatan Orasi juga dimeriahkan pentas seni dengan kehadiran Band-band terbaik Kota Nganjuk diantaranya The Kayu Bakar dan Mr Bones.
Proses Pemungutan dan Penghitungan Suara dilaksanakan secara mandiri dan independen denga kepanitiann yang terbentuk secara demokratis berdasarkan keterwakilan disetiap Program Studi lewat Panitia Pemilihan (Panlih) dan Pengawas Panitia Pemilu raya (PPPR) yang mendapat Pendampingan dari Wakil Ketua BIdang Kemahasiswaan.
“Proses Pergantian Senat Mahasisswa tahun ini, kami harapkan bisa terwujud demokrasi dikampus secara baik dengan semangat siap kalah siap menang,serta kerukunan, kebersamaan  antar sesama mahasiswa juga tetap terjalin meskipun mahasiswa memilki kandidat unggulan masing-masing”Pesan Hariyono saat ditemui dikampus AR Saleh.
Penghitungan suara dilaksankan tepat Pukul 18.00 Wib dengan dihadiri Panitia Pemilihan dan Pengawas Panitia Pemilihan serta disaksikan Ketua STKIP PGRI Nganjuk Dr Vera Septi Andrini, MM yang didampingi Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan Dr Hariyono.
Perolehan Hasil penghitungan Suara yang dilakukan Panitia Pemilih  diumumkan Pasangan No. 2 Wirawan Bagas S dengan Ervan Murdiono mendapat suara terbanyak lebih dari 60% dari Pasangan No.1.sehingga Pasangan tersebut terpilih secara demokratis sebagai Ketua dan Wakil Ketua Senat mahasiswa STKIP PGRI Nganjuk
Kegiatan PEMIRA STKIP PGRI Nganjuk terlihat istimewa dengan keikutsertaan Eka Lela Sari (18) mahasiswi semester 1 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang merupakan salah satu Duta Pilkada Kabupaten Nganjuk 2018 yang menggunakan hak pilihnya.
 “Pemira dapat menjadi awal proses pembelajaran bagi mahasiswa yang juga merupakan Pemilih Pemula dalam Pilkada pada tanggal 27 Juni tahun 2018 nanti bagaimana berperan serta aktif dan bersikap cerdas dalam menggunakan hak pilihnya”pungkas cewek yang akrab disapa Laela.
Bagas, Ketua Terpilih SEMA periode 2018 mengatakan kedepan kami akan bersama HMPS dan Ormawa dilingkungan kampus semakin mengaktifkan kegiatan kemahasiswaan melalui pertemuan dan koordinasi secara rutin setiap hari jum’at serta rencana meningkatkan kepdulian mahasiswa melalui program amal dan bakti sosial.

Jumat, 10 November 2017

Pelantikan Pejabat Struktural dan Restrukturisasi STKIP PGRI Nganjuk

Pelantikan Pejabat Struktural dan Restrukturisasi STKIP PGRI Nganjuk

Jum’at (10/11/2017) bertempat di Gedung serba guna , Pelantikan Pejabat Struktural Wakil Ketua dilakukan oleh Ketua STKIP PGRI Nganjuk. Pejabat yang habis masa jabatannya bersamaan dengan berakhirnya periode pertama Kepemimpinan Ketua STKIP PGRI Nganjuk DR.Vera Septi Andrini,MM. Wakil Ketua I yang membidangi Kurikulum dan Akademik dijabat oleh DR.H.Suharto,M.Kes, Wakil Ketua II yang membidangi Sarana Prasarana, Keuangan dan Personalia dijabat Hj. Umi HIdayati, S.Pd, MM, dan Wakil Ketua III dijabat Hariyono,S.Pd,MM. Pengambilan sumpah jabatan dilakukan secara langsung oleh Ketua STKIP PGRI Nganjuk.
Hadir dalam prosesi pelantikan, segenap Pengurus YPLP-PT PGRI Nganjuk, Dosen,dan Karyawan STKIP PGRI Nganjuk. Selain pelantikan Pejabat struktural Wakil Ketua, dalam kesempatan yang sama dilakukan Restrukturisasi Ketua Program Studi PPKn, Pendidikan Ekonomi, Pendididkan bahasa Inggris, Pendidikan Matematika dan Pendidikan Sains (IPA). Kepala bagian dilingkungan STKIP PGRI Nganjuk juga mengalami pergantian kecuali bagian BAUK yang melayani Keuangan dan Umum tetap dengan Komposisi semula.
Dalam sambutannya, Ketua STKIP PGRI Nganjuk menyampaikan bahwa Penggantian dan restrukturisasi
dilingkungan kampus AR Saleh ini dalam rangka menghadapi perkembangan regulasi yang dibuat oleh pemerintah terhadap Perguruan Tinggi Swasta menuju sebuah Perguruan Tinggi yang berkualitas.
“Banyaknya jiwa-jiwa muda yang menempati jabatan pada pelantikan ini, sebagai upaya menjawab perkembangan teknologi dan informaasi yang saat ini mengiringi regulasi Pemerintah dalam pengelolaan dan perkembangan dunia pendidikan Tinggi dimasa mendatang”, sambut Ketua yang baru saja mendapatkan gelar Doktor.ditambahkan, diharapkan melalui right man in the right place ini menjadikan STKIP PGRI Nganjuk menjadi Perguruan Tinggi yang Maju dan tidak dipungkiri bercita-cita menuju Universitas dimasa Mendatang.

Minggu, 05 November 2017

Anggota DPR RI Bekali Mahasiswa STKIP PGRI Nganjuk 4 Pilar Kebangsaan

Anggota DPR RI Bekali Mahasiswa STKIP PGRI Nganjuk 4 Pilar Kebangsaan

Untuk ketiga kalinya, STKIP PGRI Nganjuk dipercaya menjadi tempat dilaksanakan pembekalan 4 Pilar Kebangsaan dalam bentuk Seminar 4 Pilar yang disampaikan secara langsung oleh legislator. Minggu (5/11/2017), Anggota DPR RI Komisi IV Guntur Sasono menyambangi sekaligus memberikan Kuliah Umum kepada Mahasiswa dan Dosen STKIP PGRI Nganjuk. Acara yang dikemas secara santai dan akrab ini, dikemas pemaparan materi yang terkait 4 Pilar diantaranya Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika ini disampiakan oleh Guntur Sasono dan Moedji Prajogo akademis bidang Hukum di salah satu PTS di Madiun.
Seminar di buka secara langsung oleh Ketua STKIP PGRI Nganjuk Vera Septi Andrini dan dihadiri 100 Mahasiswa dari 4 Program studi dan Dosen pembina masing-masing Prodi.
“Kami menyampiakan terima kasih atas kesediaan Bapak Guntur Sasono menyampaikan materi 4 Pilar di Kampus yang berada di kota kecil” ujar peraih Doktor Universitas Negeri Malang. 
Acara dilanjutkan Penyerahan  secara simbolis Materi 4 Pilar kepada Ketua STKIP PGRI Nganjuk, Perwakilan bisa menjadi bekal bagi generasi kedpean karena 10-15 Tahun lagi tampuk kepemimpinan akan beralih kepada generasi ini,sehingga perannya yang berlandaskan jiwa dan pedoman dalam hidup berbangsa dan bernegara tetap terjaga tanpa kehilangan jatidirinya” pungkas Legislator yang sudah 3 periode terpilih mewakili Dapil VIII Jawa Timur. Acara semakin hidup, dengan sesi tanya jawab dari Mahasiswa yang mengajukan berbagai persoalan bangsa yang sedang hangat diberitakan di media massa dan menjadi perhatian masyarakat. Dosen Erdyna dan Anik perwakilan Mahasiswa.Guntur Sasono menyampiakan dihadapan Mahasiswa bahwa kehadirannya sebagai wujud dan kapasitasnya sebagai seorang Negarawan meskipun berangkat dan mewakili  Partai. “semoga apa yang kami bawa ini

Rabu, 01 November 2017

STKIP PGRI Nganjuk Apresiasi LSF libatkan Perguruan Tinggi membangun karakter lewat Karya Film

STKIP PGRI Nganjuk Apresiasi LSF libatkan Perguruan Tinggi membangun karakter lewat Karya Film

Seiring pertumbuhan arus teknologi yang begitu cepat dan Maraknya konten negatif berupa video yang menyebar baik melalui media social maupun pernagkat digital lain di masyarakat. Seperti kasus beredearnya video porno pelajar dan selebriti tanah air, video sadisme dan kekerasan yang kadang menjadi hal yang lumrah ada di tengah-tengah masyarakat.
Peran pemerintah melalui Lembaga Sensor Film (LSF) hadir ditengah masyarakat secara langusng, diharapkan mampu membendung dampak negative yang ditimbulkan terhadap generasi masa depan. Selasa (31/10/2017) Lembaga Sensor Film  menggelar kegiatan dalam bentuk forum koordinasi dan kerjasama bidang penyensoran dengan pemangku kepentingan di provinsi Jawa Timur dengan tema “ melindungi masyarakat dari pengaruh negatif  film melalui sensor mandiri”. Diikuti ratusan peserta yang teridiri dari unsur Perguruan Tinggi , Tokoh Agama, Ormas,Pelajar, komunitas dan Pegiat Sinematografi ,Media Massa, production house (PH) dan dinas Pariwisata dari wilayah Mojokerto,Jombang,tulungagung,Nganjuk, Kediri, Madiun, dan Ponorogo.
Digelar di Hotel Grand Srya Kediri, Anggota LSF Mukhlis Paeni yang hadir mewakili Ketua LSF Pusat membuka dan memberi sambutan dalam forum. Dalam penyampaian dihadapan undangan, Mukhlis berharap Lembaga Sensor Film yang beranggotakan terbatas tidak mungkin bisa melakukakn pengendalian dampak negatif film melalui penyensoran hingga dipelosok daerah,namun peran serta masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk bersedia menjadi anggota LSF minimal di tingkat keluarga melalui Self Censored. Sensor mandiri yang terbangun di masyarakat akan mampu melindungi masyarakat dari pengaruh negative film.
“selain sebagai garda terdepan dalam membangun moral bangsa melalui karya film yang berkualitas dan positif, LSF berperan mengajak masyarakat untuk memproduksi karya Film yang memilki spirit budaya lokal yang kuat agar karya tersebut mampu berbicara di perfilman di Indonesia maupun di mancanegara. ujar Mukhlis Paeni yang juga pernah menjabat sebagai ketua Lembaga Sensor Film Republik Indonesia.
Mukhlis menambahkan, Provinsi Jawa Timur merupakan wilayah yang pertama mendapat perhatian dan prioritas oleh Pemerinatah Pusat untuk membuka perwakilan Lembaga Sensor Film.disebabkan banyaknya karya yang dihasilkan sehingga diharapkan mampu memotong birokrasi dalam melakukakn sensor film tanpa harus ke Jakarta.
Acara yang dikemas dalam bentuk diskusi dan Tanya jawab ini, menhadirkan narasumber henri nurcahyo, seorang budayawan local Kediri yang juga sebagai tenaga sensor LSF Jatim. Dari Lembaga Sensor diwakili Dyah Chitraria Liestyati yang juga sebagai dewan redaksi majalah Sensor Film.
Hariyono,salah satu pimpinan STKIP PGRI Nganjuk yang hadir mengapresiasi gagasan LSF melibatkan Perguruan Tinggi khususnya PTS Pendidikan berperan dalam membangun karakter dan moral bangsa melalui karya-karya Film yang mengedepankan konten-konten kreatif ,positif dan adaptif terhadap Budaya Lokal sebagai entitas budaya bangsa Indonesia.
“STKIP PGRI Nganjuk juga berbangga ,karena salah satu Komisioner LSF Jatim M Roissudin merupakan Keluarga Besar Alumninya dan menunjukkan lulusannya bisa berkiprah di Lembaga Sensor Film.”pungkas Pria berkumis kandidat Doktor Universitas Negeri Malang